Ekspedisi 3 Sekarangkai di Batu Hapu, Menutup Tahun 2018

Oleh : Tinah 

Pra Kegiatan
     Kegiatan ekspedisi 3 serangkai Batu Hapu dilakukan dalam rangka Latihan Pemantapan (Lantap) Anggota Muda yang ke 37 & 38 Mapala Graminea dalam 3 Departemen yaitu Caving, Rock Climbing dan SAR. Sebelum hari kegiatan tiba ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, seperti menambah ilmu pengetahuan mengenai 3 departemen tersebut dengan cara penyampaian materi di dalam ruangan serta melakukan simulasinya, kemudian persiapan fisik seperti melakukan TC rutin dan menjaga kesehatan pun penting agar kegiatan di lapangan berjalan lancar, Tc itu sendiri di lakukan selama 2 minggu terhitung dari tanggal 15 s/d 29 Desember 2018. Kemudian persiapan terakhir kita harus membuat list alat-alat yang di perlukan dalam berkegiatan, list menu logistik, jadwal memasak, jadwal kegiatan hingga jadwal shift jaga malam itu semua dilakukan agar kegiatan berjalan terarah.

Kegiatan
Minggu, 30 Desember 2018

     Setelah banyak hal yang harus di persiapakan dengan matang, kini tibalah hari kegiatannya yaitu pada 30 s/d 31 Desember 2018 bertempat di Desa Batu Hapu Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sebelum menuju lokasi kita melakukan kegiatan resmi yaitu upacara pelepasan Lantap anggota muda ke 37 & 38 Mapala Graminea, upacara berlangsung -+ 30 menit dihadiri oleh anggota aktif dan anggota luar biasa mapala graminea yaitu amang Raden sekaligus membuka acara Lantap. Selang beberapa menit selesai acara pelepasan tepat pukul 09.40 tim ekspedisi yaitu Atiatul Jannah, Syaif, Doni, Lukman, Hatrin dan saya sendiri serta pendamping kegiatan yaitu bang Dwi Lufi Suprianto, bang Ali, bang Hendra dan bang Luthfi berangkat menuju lokasi, perjalanan menuju lokasi lumayan terjal semakin mendekati lokasi jalan tidak lagi mulus hingga tiba di lokasi sekitar jam 11.50, kita semua menumpang parkir kendraan di depan rumah warga sebelum kegiatan berlangsung saya dan Hatrin mengantarkan surat pemberitahuan Kegiatan terlebih dahulu kepada kepala Desa setempat. Setelah itu kita berjalan menuju tebing batu hapu dan membangun dua buah tenda di sekitar pohon karet, untuk mempersingkat waktu kita berbagi tugas untuk yang perempuan memasak dan yang laki-laki membangun tenda, kegiatan tersebut berlangsung selama 2 jam terhitung waktu makan bersama, Kegiatan selanjutnya yaitu Departemen Caving yaitu pemetaan gua berair dan jam 14.15 barulah tim ekspedisi melakukan pemanasan sebelum berjalan menuju mulut gua dengan perlengkapan pribadi dan kelompok yang lengkap, kita berjalan sesuai urutan dimana leader (Doni) berjalan di depan sebagai pemimpin yang bertugas mengarahkan sambil membawa 3 penerangan yaitu lilin, lampu badai dan headlamp dan tidak lupa mengingkatkan tali rapia di depan mulut gua, di barisan kedua yaitu stationer (Attiatul Jannah), kemudian pengukur gua ( Syaif), shooter (Tinah) yaitu yang mengarahkan kompas dan clinometers, pencatat data hasil pengamatan (Lukman) dan terakhir sebagai penggambar medan gua dari mulut hingga ornamen-ornamen yang gua (Hatrin) selain sebagai penggambar juga berperan sebagai pembawa Logistik dan P3K serta sebgai penyapu. Pengamatan berlangsung selama 3 jam dan berakhir pada jam 17.30, memasuki waktu ishoma kita semua tim ekspedisi serta pendamping mandi secara bergiliran dan kemudian tim ekspedisi memasak untuk makan malam, selesai makan malam pada pukul 20.30 tim ekspedisi beserta pendamping melakukan evaluasi kegiatan dari pra kegiatan hingga kegiatan departemen caving berlangsung. Dari hasil evaluasi tersebut kami semua mendapatkan pelajaran dan ilmu yang agar kedepannya menjadi lebih baik lagi hingga selesai evaluasi dan briefing untuk kegiatan esok hari yaitu dari Departemen Rock Climbing (RC) dan SAR, pada pukul 00.30 tibalah jadwal shift jaga malam, shift pertama Attiatu jannah, Hatrin dan Doni hingga pukul 2.30, berganti lagi ke shif kedua saya Lukman dan syaif.

Senin, 31 Desember 2018
Tepat pukul 5 pagi kita semua sudah menyiapkan segala hal seperti peralatan dan logistik untuk kegiatan yang akan di lakukan, kegiatan hari ini pada pukul 08.30 s/d 12.30 menajemen pemanjatan tebing dan 14.00 s/d 17.00 Vertical Rescue. Sebelum kegiatan berlangusng tepat pukul 7 kita semua makan pagi terlebih dahulu hingga akhirnya pukul 08.30 sudah siap memanjat di tebing batu hapu sebelah kiri dari tempat kami membangun tenda. Kegiatan RC itu sendiri di dampingi oleh bang Hendra dan bang Luthfi serta bang Nasrul mewakili koordinator RC, klasifikasi pemanjatan yang di pakai itu sendiri ada dua bagian yaitu artificial climbing dan top rope, untuk artificial climbing Lukman berperan sebagai leader yaitu orang yang pertama kali memanjat serta membuatkan jalur pemanjatan, Hatrin pembawa logistik dan Doni sebagai penyapu, kemudian attiatul jannah, syaif dan saya memanjat top rope, bersyukur pada pemanjatan tersebut kita semua dapat naik hingga top tanpa ada cedera sedikit pun dengan demikian kegiatan RC berjalan lancar meski berjalan lambat terhitung jam selesainya molor waktu hingga 30 menit memasuki waktu ishoma.
     Kegiatan berikutnya yaitu Vertical Rescue yang di dampingi oleh departemen SAR yaitu bang Tri Wahyudi sebagai Koordinator Departemen SAR, Ketua Umum bang Hendriyanto dan bang Luthfi dari anggota Departemen SAR, serta bang Hendra dan bang Nasrul yang juga ikut mendampingi. Kegiatan tersebut berlangsung tepat jam 14.15 dan selesai pukul 17. 30, pertama yang di lalukan oleh tim ekspedesi yaitu memasang anchore dengan memanjat tebing, anchore di pasang oleh Hatrin dan Doni serta di berikan pengarahan oleh bang Hendra dan bang Luthfi. Sementara kami di bawah memasangkan tali weebing ke tandu, Kemudian selesai itu saya memasang anchore back up an di bawah sebelah kiri bagi tugas dengan memasang jummar, double pulley dan Gri-gri di anchore sebelah kanan, setelah selesai praktekan one person pertama yang jadi korban yaitu Lukman dan penyelamat Syaif, kemudian doni sebagai korban kedua dan Hatrin penyelamat, berhubung cuaca tidak begitu mendukung hinnga kami beristirahat sebentar menunggu hujan reda, mengingat waktu yang terbatas maka vertical rescue manjemen tandu pun langsung di lakukan oleh saya sebagai penyelamat dan Atiatul jannah sebagai korban yang berbaring di tandu. Setelah manajemen tandu selesai dan berakhir pula lah kegiatan kita di akhir tahun ini. Kegiatan yang benar-benar mengesankan dari menelusuri goa, panjat tebing dan vertical rescue.
     Demikian dari penulis catatan perjalan Tim Ekspedisi 3 Serangkai Menutup Tahun 2018, salah hilap mohon dimaafkan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *